Vicky Silvia Br Nainggolan
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Nur Aini
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Fildza Aulia Nur Habibah
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jei.v3i2.60046
ABSTRAK
Dermatitis Paederus adalah reaksi peradangan kulit akut yang pemantauan klinisnya masih bergantung pada estimasi visual subjektif. Pendekatan pengolahan citra digital krusial untuk menghasilkan pengukuran luas lesi yang akurat dan terukur. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi efektivitas metode Otsu thresholding dan adaptive thresholding pada kondisi foto berpencahayaan tidak merata, serta membangun sistem pendukung keputusan yang menghasilkan data persentase luas lesi secara otomatis. Penelitian eksperimental laboratoris berbasis komputasi ini menggunakan data sekunder dari media sosial yang telah melalui tahap verifikasi kontekstual dan visual klinis. Tahap prapemrosesan menggunakan Python difokuskan pada peningkatan kontras dan reduksi noise gambar. Segmentasi dieksekusi menggunakan metode binerisasi global Otsu untuk kelompok lesi difus dan binerisasi lokal Adaptive Gaussian-C untuk kelompok lesi lokal berkerak. Hasil pengujian terhadap seluruh dataset menunjukkan bahwa kedua metode memiliki karakteristik yang saling melengkapi berdasarkan kondisi objek. Metode Otsu secara konsisten efektif mengisolasi area lesi difus berkontras rendah, namun menghasilkan galat pada area bayangan vinyet akibat ketidakmerataan iluminasi. Sebaliknya, adaptive thresholding sangat tangguh mengabaikan gangguan pencahayaan spasial pada lesi berkerak, tetapi rawan memunculkan artefak piksel kosong (hollow) akibat refleksi spekular serta gagal mendeteksi lesi bergradasi halus. Kesimpulan penelitian memvalidasi bahwa kombinasi kedua algoritma ini layak menjadi studi awal instrumen penunjang keputusan klinis yang objektif karena mampu memetakan karakteristik respons lesi secara spesifik. Penerapan ruang warna HSV dan teknik morfologi hole-filling direkomendasikan untuk penelitian selanjutnya.
KATA KUNCI: Dermatitis Paederus, Otsu Thresholding, Adaptive Thresholding, Segmentasi Citra Lesi Kulit