Mohammad Alfiansyah Pratama
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Najwa Hidayatillah
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Rafly Kurnia Dinia Putra
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jei.v2i3.60074
ABSTRAK
Penyandang tunanetra menghadapi tantangan signifikan dalam bernavigasi akibat keterbatasan penglihatan yang mengurangi kemampuan mendeteksi rintangan dan bahaya lingkungan. Alat bantu konvensional seperti tongkat biasa hanya mampu mengenali hambatan melalui kontak langsung, sehingga kurang efektif untuk mendeteksi risiko seperti genangan air dan perubahan permukaan jalan. Penelitian ini bertujuan merancang dan menguji tongkat elektronik tunanetra berbasis sensor ultrasonik dan kabel tembaga yang mampu memberikan peringatan dini secara real-time. Metode penelitian menggunakan eksperimen kuantitatif melalui tahapan perakitan alat, kalibrasi sensor, dan pengujian fungsional pada berbagai kondisi permukaan serta variasi jarak objek. Sensor ultrasonik bagian depan diuji pada enam variasi jarak dengan tiga kali pengulangan setiap jarak dan menunjukkan keberhasilan deteksi penuh sebanyak 18 dari 18 pengujian dengan tingkat keberhasilan 100%. Sensor ultrasonik bagian bawah diuji pada tiga kondisi, yaitu lubang, perbedaan tinggi lantai atau tangga pendek, serta tangga bertingkat panjang, masing-masing dengan tiga kali pengujian. Hasil pengujian sensor bawah menunjukkan keberhasilan 7 dari 9 percobaan atau sebesar 77,78%, dengan dua kegagalan terjadi pada kondisi tangga bertingkat panjang akibat variasi sudut dan jarak permukaan. Sensor kabel tembaga sebagai pendeteksi genangan air diuji sebanyak tiga kali dan berhasil mendeteksi air secara akurat pada seluruh pengujian dengan tingkat keberhasilan 100%. Hasil keseluruhan pengujian sistem menunjukkan tingkat keberhasilan sebesar 93,33% dan mampu memberikan peringatan bunyi yang mudah dipahami oleh pengguna. Kesimpulan penelitian ini menunjukkan bahwa tongkat elektronik berbasis sensor ultrasonik dan kabel tembaga efektif, ekonomis, dan adaptif dalam meningkatkan keselamatan serta kemandirian penyandang tunanetra dalam aktivitas sehari-hari.
KATA KUNCI: Alat Bantu Navigasi, Deteksi Genangan Air, Sensor Ultrasonik, Tunanetra