Kukuh Yuliar Dwi Prakoso
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Erica Dwi Astuti
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
Shafa Azzahra Dwi Nanda
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jei.v2i3.60076
ABSTRAK
Penelitian Budidaya selada hijau (Lactuca sativa L.) memerlukan pengelolaan air yang tepat karena ketidakteraturan kelembaban media tanam dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Penelitian ini bertujuan merancang dan mengimplementasikan sistem penyiraman otomatis berbasis sensor kelembaban tanah resistif YL-69 untuk memantau dan mengendalikan kelembaban zona perakaran secara otomatis pada sistem hidroponik, serta menganalisis hubungan antara kelembaban akar dan diameter tanaman selada. Sistem dikembangkan menggunakan mikrokontroler Arduino, dua sensor YL-69, relay, dan pompa air, dengan nilai setpoint kelembaban minimum ditetapkan sebesar 60%. Pengujian dilakukan secara eksperimental kuantitatif dengan desain observasional potret sesaat (cross-sectional) pada 60 tanaman selada berumur 35 hari setelah tanam, yang dibagi ke dalam dua titik pengamatan sepanjang aliran nutrisi (awal dan akhir aliran). Data yang dikumpulkan meliputi tingkat kelembaban akar hasil kalibrasi sensor dan diameter batang tanaman, yang dianalisis menggunakan regresi linear sederhana untuk memperoleh persamaan regresi, koefisien determinasi (R²), nilai signifikansi (p-value), dan galat prediksi (RMSE). Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyiraman otomatis mampu bekerja responsif terhadap perubahan kelembaban media dengan mengaktifkan pompa ketika nilai kelembaban turun di bawah setpoint. Analisis regresi menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kelembaban akar dan diameter tanaman, dengan nilai R² sebesar 0,555 dan RMSE 0,99 cm pada Sensor 1 (awal aliran), serta R² sebesar 0,488 dan RMSE 1,32 cm pada Sensor 2 (akhir aliran), dengan nilai p-value < 0,05. Perbedaan nilai R² dan RMSE antara kedua sensor mengindikasikan adanya variasi distribusi kelembaban di sepanjang aliran nutrisi serta keterbatasan konsistensi pembacaan sensor resistif YL-69. Secara keseluruhan, sistem yang dirancang mampu mempertahankan kelembaban media tanam secara relatif stabil dan mendukung pertumbuhan diameter tanaman selada.
KATA KUNCI: Arduino Uno, Efisiensi Penggunaan Air, Kelembaban Akar, Selada Hijau, Sensor YL-69, Sistem penyiraman otomatis.