Erviana Widia Astuti
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jember
Izzatul Hasanah
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jember
Albertini Magdalena Sitorus
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jember
Nurul Fatma Hidayati
Jurusan Fisika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan, Universitas Jember
DOI: https://doi.org/10.19184/jei.v1i2.684
ABSTRAK
Kekeruhan air ditentukan dengan metode spertrofotometri. Eksperimen dilakukan dengan memvariasikan sudut penyinaran (00, 450, 900) pada tiga sampel larutan campuran air (50 ml) dengan variasi turbiditas (10 gr, 20 gr, 30 gr tanah). Nilai turbiditas dihitung berdasarkan persamaan sensitivitas sensor SEN0198. Analisis regresi linear untuk menganalisis hubungan sudut penyinaran dan kekeruhan larutan dengan perbandingan intensitas cahaya awal dengan akhir (𝐼/𝐼0) serta resistansi dihasilkan. Hasil yang diperoleh yaitu turbiditas larutan 1, 2, dan 3 masing-masing adalah 59,590 NTU; 116,879 NTU, dan 157,432 NTU. Perbandingan intensitas cahaya (𝐼/𝐼0) larutan 1 pada sudut (00, 450, 900) adalah 0,147; 0,121; dan 0,031 dan resistansinya 20,8; 24,5;dan 58,6 KΩ. Perbandingan intensitas cahaya (𝐼/𝐼0) larutan 2 pada sudut yang sama adalah 0,147; 0,076; dan 0,045 dan resistansinya 22,5; 38,4; dan 43,2 KΩ. Larutan 3 memiliki 𝐼/𝐼0pada sudut yang sama secara berturut-turut 0,040; 0,027; dan 0,022 dan resistansi sebesar 54,2; 62; 63 KΩ. Berdasarkan data tersebut, variasi sudut penyinaran berbanding terbalik dengan 𝐼/𝐼0 namun berbanding lurus dengan resistansi pada setiap larutan. Nilai turbiditas larutan berbanding terbalik dengan 𝐼/𝐼0 namun berbanding lurus dengan resistansi. Pengaruh sistem pengukuran spektrofometri lebih signifikan pada sudut penyinaran 450 dan pada larutan 2 dengan turbiditas 116,879 NTU.
KATA KUNCI: intensitas cahaya, larutan, resistansi, spektrofotometri, turbiditas.